Sebelumnya
telah kita ulas mengenai 5 buah sedekah yang sangat manis yang dapat kita petik
di dunia. Lalu buah apa yang dapat kita petik di akherat dari benih sedekah
yang kita tanam di dunia?.
Abu
Laits As Samarkandi rahimahullah pernah berkata, “Sedangkan lima buah kebaikan
sedekah yang dapat kita petik di akherat adalah:
• Sedekah
sebagai payung pelindung dari teriknya api neraka.
• Ia dapat meringankan hisab.
• Memberatkan timbangan kebaikan.
• Sukses melewati sirath.
• Mengangkat derajat di surga.
Saudaraku….
Di
musim kemarau saat suasana hari terasa terik, sinar matahari membakar kulit,
maka yang biasa kita lakukan adalah berlindung di bawah payung, berteduh di
bawah pohon yang rindang dan mencari ruangan ber-AC agar tubuh kita terasa
sejuk dan segar.
Sedemikian
besar harapan manusia untuk selalu mengecap ketenangan hidup. Suasana yang
nyaman dan tenteram. Jauh dari suasana lembab dan berkeringat, pengap dan gerah
di sepanjang hari. Baik itu di rumah tempat tinggal kita, kendaraan, tempat
kerja dan seterusnya.
Namun
pernahkah kita membayangkan, seberapa besar tensi panas api neraka yang
disediakan Allah swt untuk membakar tubuh penghuni neraka?. “Api kalian (di
dunia) ini, yang dipergunakan bani Adam (untuk keperluan sehari-hari) adalah
sepertujuh puluh panasnya api di neraka Jahannam.” (muttafaq ‘alaih).
Wal
‘iyadzu billah, sedemikian panas api neraka itu. Padahal api di dunia mampu
menghanguskan tubuh manusia beberapa menit lamanya. Apa jadinya tubuh manusia
jika dibakar dengan api neraka di akherat kelak?.
Salah
satu payung pelindung dan tempat berteduh dari sengatan api neraka itu adalah
dengan memperbanyak sedekah. Dan sebaik-baik sedekah adalah yang kita keluarkan
secara rahasia, tidak diketahui oleh orang lain. Orang yang mampu bersedekah
seperti ini merupakan satu golongan dari tujuh golongan yang disebut Nabi saw;
yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat. Di hari yang tiada
naungan kecuali naungan-Nya.
Siapa
di antara kita yang tidak ingin dimudahkan oleh-Nya pada hari perhitungan amal.
Hitungan yang tepat tak pernah salah dan meleset. Audiet yang tak mengenal
kompromi. Siapapun kita dan apapun jabatan kita. Yang menyelamatkan kita di
hari itu hanyalah iman dan amal shalih. Di antara amal unggulan untuk
meringankan hisab kita adalah sedekah.
Yang
akan memberatkan timbangan kita nanti di yaumil mizan adalah amal-amal baik
kita. Rasulullah pernah menyindir kita perihal orang yang memiliki tubuh yang
besar dan gemuk, tapi setelah ditimbang di akherat ternyata beratnya tidak
lebih dari sayap nyamuk. Sementara Abdullah bin Mas’ud ra yang bertubuh kurus
kering, tapi kedua betisnya jika ditimbang lebih berat dari gunung Uhud.
Dengan memperbanyak sedekah insyaallah, timbangan amal kita menjadi lebih berat biidznillah.
Dengan memperbanyak sedekah insyaallah, timbangan amal kita menjadi lebih berat biidznillah.
Saudaraku…
Menjadi
bagian iman kita kepada yang ghaib adalah bahwa kita sebagai seorang mukmin
akan melalui Sirath, jembatan yang terbentang di atas neraka yang harus kita
lalui menuju ke surga. Ada yang sukses melewatinya secepat kedipan mata. Ada
yang melaluinya seperti angin kencang. Ada yang seperti kilat. Ada yang
seumpama burung. Ada yang ibarat penunggang kuda, penunggang unta. Ada yang
berjalan dengan merangkak dan ada yang terjatuh. Demikian Nabi saw memberi
gambaran keadaan orang-orang mukmin ketika melewati Sirath.
Keselamatan
dan kesuksesan melewati Sirath kelak di akherat sana menjadi permohonan kita
semua. Mari kita buktikan kesungguhan do’a kita itu dengan memperbanyak
sedekah.
Saudaraku…
Rasul
bersabda, “Sesungguhnya surga itu ada 100 tingkatan. Jarak antara satu tingkat
dengan tingkatan berikutnya seperti jarak antara langit dan bumi.” (shahih al
jami’, syekh Al bani).
Masing-masing
tingkatan memiliki keistimewaan tersendiri. Dan tingkatan tertinggi adalah
surga Firdaus, yang di sana dihuni oleh para nabi dan rasul, orang-orang yang
mati syahid, orang-orang yang jujur dan shalihin.
Tentu
menjadi tetangga para nabi dan rasul serta para sahabat dan orang-orang yang
menghuni surga Firdaus tidaklah mudah. Seperti disebutkan dalam syair, “Tidak
sedikit mahar yang perlu dibayar. Tidak sedikit pedih yang ditagih.”
Salah
satu mahar yang harus dibayarkan adalah sedekah. Karena dalam harta kita, dalam
rezki kita ada hak orang-orang yang tak punya.
Saudaraku…
Jika
sedemikian manis buah sedekah yang bisa kita petik di akherat, apakah kita
masih enggan bersedekah? Wallahu a’lam bishawab.
semoga bermanfaat..
#disadur dari berbagai sumber
#disadur dari berbagai sumber


.jpg)





0 comments:
Post a Comment