Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Tentang Saya

My Photo
nama asli hasil Hak Kekayaan Intelektual Orang Tua ku Yasin Sohib, kalau Ichiro Al Farazi si cuma nama pensil ku.. hehehe

Follower

Labels

Telusuri


RSS

Ekspedisi Serelo


Serelo ya begitulah sebutannya, nama lain Serelo adalah Bukit Jempol. Mengapa demikian, karena di bukit tersebut terdapat batu yang menjulang keatas dengan kemiringan 85-90 derajat sehingga sulit untuk di daki, kalaupun ingin menaklukkanya harus menggunakan peralatan wall climbing. Dari kejauhan bukit ini terlihat seperti “Like” pada facebook, bukit ini terletak di Kabupaten  Lahat.
Ekspedisi ini merupakan pertama kali bagi ku dan yang lainnya juga dong (tp gx semunya..), ekspedisi ini diikuti oleh : Andi Pratama, M. Nara Firli, Karima, Ika Hapsari, M. Ridwan, Hengki Purnando, Prayudi NS, Arpan Saputra, Yasin Sohib, Galih Susanto, Ayudia PS, Dedek Oktarina, Puspita Selviani, Risma Oktaria, Fitry, Susi susanti, Adhan Efendi dan Rheni (adek k’Nuk).

Ekspedisi ini dilaksanakan tiga hari dari tanggal 29 Juni – 1 Juli 2012. Untuk menyusuri jalanan ini kami naik bus Lantra Jaya, daku duduk feat k’ kobra. Selama perjalanan diisi dengan cerita2 jadul yang asyik mulai dari SD sampe Kuliah, terkadang tak terduga pengalaman masa kecil dulu membuat jiwa2 tergugah ingin kembali ke masa dulu lagi (pengen minjem pintu doraemon,.,hhe). Seperti biasanya bus ini transit di RM Cambay Jaya. Setelah istirahat sekian ribu detik lanjut lagi dong....yookkk. to be continu cerita masa2 tempo doeloe with mas pur, yang lain udah pada kedunia impian kami malah kembali ke masa lalu yang penuh cerita sampai perut ini terasa sesak karena tertawa lepas. Wah tidak terasa akhirnya sampai juga di lahat. Transit lagi yang terakhir kalinya di RM. Telaga Biru pukul 21.32 PM. Cacing di perut udah pada demo minta jatah dari tadi, ya udah karena gue baik hati (wew) langsung tancap gas mesen nasi. Sambil nunggu nasi, cuci muka dulu yang terpendam oleh debu2 jalanan skalian ngabsen kepada Robb. Setelah itu makan di samping pelataran Mushola. Setelah perut terisi dan cacing2 mulai tidur karena udah disuap dan butiran-butiran semangat telah terkumpul kembali, saatnya melanjutkan perjalanan menuju Bukit Serelo. Ditengah gelapnya malam kami berjalan menyusuri aspal sejauh kurang lebih 1 KM, walaupun jalan kaki sejauh dan banyak orang2 yang mengintip kami dari kelopak matanya kami tetap semangat. Setelah itu istirahat di persimpangan jalan sambil menunggu rombongan yang dibelakang.
Lanjut lagi gan, dalam lanjutan ini perjalanan lebih serem karena melewati tempat persinggahan terakhir seluruh manusia, gelep pula skaligus ditemani suara2 nyaring anjing yang membuat suasana lebih serem ( atuttt). Dalam gelapnya malam kami terus menyusuri jalan, dalam perjalanan ini melintasi jembatan gantung yang dibawahnya mengalir Sungai Lematang yang terjal karena banyak batu. Setelah itu melewati kebun karet langsung istirahat ditepi jalan yang konon dulunya ada warung, kami langsung disambut oleh nyanyian kuyuk yang saling bersahutan...
Kami ucapkan terima kasih kepada rombongan tanjidor kuyuk yang telah menemani sepinya malam, musyafirpun berlalu dan akhirnya menginjakkan kaki di jalan batu yang diselimuti sisa akhir pengolahan minyak yang berwarna hitam pekat. Saat berjalan dihadiahi tanjakan yang tinggi kalau jalan harus  sedikit condong kedepan untuk menyeimbangkan badan agar tidak tergerubuk. Didepan sana Bukit Serelo terlihat jelas, kami rehat sejenak untuk melepas semua beban yang terpikul dibahu dan jiwa. Karena puncak Serelo sudah terlihat, spontan semangat kembali menggelora. Perjalanan dilanjutkan kembali medan yang ditempuh dikategorikan ringan sampe sedang, medan yang ditempuh mulai dari bebatuan sampe tanjakan. Biarpun gelap menyelimuti perjalanan panjang kami dan lelah menghinggapi jiwa2 muda kite2 masih semangat kok. Eits saat melewati tanjakan yang dipagari rerumputan setinggi paha  ternyata banyak semut yang siap menyergap mangsanya. Eh gue kena juga, semutnya begitu gesit bagaikan bersayap dan gigitannya itu sangat berkesan terasa pedih dan gatal. Hadaww.. Setelah dengan susah payah melewati tanjakan bersemut akhirnya sampai juga di kaki Bukit Serelo. Untuk nge-camp kami harus turun melewati lembah yang dihiasi pohon kopi yang banyak dan bau kembangnya yang sangat khas. Setelah sampai langsung disambut kambing2 hitam yang salah satu timnya bernama Kana,mugkin kambing gx pernah mandi atau gara2 ketiaknya ada empat sampe2 bauny setajam silet hahaha. Ditempat ini kami bertemu dengan pencinta alam asli Lahat yang ingin menikmati keindahan Bukit Serelo juga. Yow langsung gelar tenda dan siap bubuk...
Pagi hari disambut mentari yang cerah dan kicauan burung2 yang menari2 diatas pepohonan. Semua rasa lelah habis dimakan oleh lelapnya malam. Ingin memanjakan tubuh yang penat ini langsung aja menuju tempat SPA alami air murni dari bukit ,., dingin juga bung. Setelah itu langsung masak makanan favorit yaitu mie..(hehehe) campur sarden. Luar biasa rasanya cacingpun Cuma ikut mengiyakan doang. Alhamdulillah energi kembali lagi kepangkuan kami.
Jam 10 pagi setelah sarapan aku dan K’ Hengki ndaki duluan, pendakian ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit saja kok. Medan yang kami lewati adalah tanjakan tanah berdebu yang miring sangat, sehingga sedikit menyulitkan dalam pendakian ini. Dalam pendakian ini kami bertemu anak2 SMP yang ternyata senang mendaki juga yang dipandu oleh 2 orang guru. Ketika sampai di kedaton 1 disuguhi pemandangan Dragon River dan hutan yang hijau luas membentang, sayangnya hutan ini dirusak oleh tangan2 serakah yang hanya memikirkan uang, uang dan uang tanpa melihat kerusakan alam yang akan berdampak bagi anak cucunya nanti. Angin bertiup sepoi2 diiringi pancaran sinar matahari yang berusaha menembus celah2 bebatuan. kami bersembunyi di balik bebatuan untuk menghindari teriknya mentari. gak ketinggalan yang namanya mengabadikan moment2 diatas bukit ini. Setelah lama berhuba-huba di pelataran bukit akhirnya rombongan kami mendaki juga pukul 15.30 wib setelah mereka sampai kami menyambut mereka dengan teriakan dan dihadiahi beberapa potretan,,(Narsis).
Sebenarnya yang kami nanti dari tadi adalah makanan, maklum belum makan siang bro. Setelah puas isi ulang langsung bergabung dengan rekan2 yang lain yang pasti poto lagi...setelah puas poto2 dan nulis di batu pukul 17.00 turun. Aku dan k hengki pun turun duluan hahaha –egois—saat turun wah-wah rasanya didorong dari atas. dari pada jatuh, prosotan ajalah cari jalan aman.. setelah semua rombongan kumpul di kaki bukit dan terjadilah pergantian pemain dalam membawa perabotan khas mendaki, kamipun langsung menyusuri lereng bukit. Rombongan terbagi menjadi dua kelompok aku tergabung ke kelompok awal rencananya sih maw nunggu rombongan akhir dibelakang tapi ternyata ada mobil carry yang siap mengajak kami, ya udah langsung aja memenuhi mobil. Ternyata mobil ini singgah nan jauh disana sehingga harus mencari mobil lagi untuk menjemput rombongan belakang sekaligus ke rumah k yudi, yap keluarkan jurus andalan berdiri ditepi jalan sambil melambaikan tangan. Sekian lama berdiri akhirnya datang juga si-pick up, bermodalkan cepek ceng rombongan pendaki diantar sampe ke hunian Prayudi NS. Setelah berlabuh semalaman, esok harinya kami pamitan izin pulang.

#LPJ EKSPEDISI SERELO SIAP DOWNLOAD

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment